5 Museum Bersejarah di Surabaya Yang Wajib Dikunjungi

Surabaya menyimpan banyak sejarah, baik sejarah kota itu sendiri maupun sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sejarah tersebut bisa kamu pelajari melalui museum yang ada di Surabaya, misalnya Museum Kesehatan, Museum W.R Soepratman, Museum Bank Indonesia, Museum Surabaya dan Monumen Kapal Selam.

Ada beberapa museum yang terdapat di Surabaya yang perlu kamu kunjungi. Jika kamu ingin menambah wawasanmu tentang sejarah, kamu bisa mengunjungi beberapa museum ini.

1. Museum Kesehatan Surabaya

museum kesehatan surabaya, pintu masuk dunia lain yang menyeramkan

Museum yang berada di Jl. Indrapura Jaya No. 17 Kemayoran, Krembangan ini telah berdiri sejak tahun 1990 dan disesuaikan pada tanggal 14 September 2004 oleh menteri Kesehatan RI, Dr. Achmad Sujudi. Museum ini bermanfaat bagi kamu yang ingin mengetahui tentang Sejarah Kesehatan di Indonesia.

Museum ini dibagi menjadi 3 ruangan yaitu ruang pertama yang dikenal dengan Ruang Kesehatan Sejarah. Ruang ini terbagi atas beberapa ruangan juga seperti sasana Dr. Adhyatama, MPH,  sasana Pendidikan dan Organisasi Kesehatan, sasana Sejarah Instansi, sasana Alat Non Medis, sasana Alat Medis, sasana Flora dan Fauna.

Ruang kedua disebut Ruang Kesehatan Iptek, yang di dalamnya terdapat sasana Daur Ulang, Inovasi Iptek Kesehatan, dan yang terakhir, ruang ketiga disebut Ruang Kesehatan Budaya. Ruang Kesehatan Budaya ini terdiri atas sasana penyembuhan tradisional, sasana Kesehatan Reproduksi, sasana Genetika, sasana Kencana.

Museum di Surabaya ini sangat bagus dikunjungi oleh mahasiswa kedokteran, keperawatan atau mahasiswa Biologi. Namun, museum ini juga sedikit berbau mistis. Mengapa? Karena terdapat boneka Jelangkung di dalam museum ini, karena memiliki barang-barang mistis tersebutlah, museum ini kemudian dikenal dengan nama museum santet.

Satu hal mistis lagi, museum di Surabaya ini memiliki sebuah ruangan di mana di bagian pintunya tertulis “dunia lain”. Iiihhh!! Seremkan? Dunia lain adalah ruang terlarang yang tidak boleh dimasuki sembarang pengunjung.

Katanya, ruang tersebut dulunya adalah kamar mandi rumah sakit yang sekarang sudah tidak terawat dan tidak digunakan lagi, sehingga banyak makhluk gaib yang bersarang di ruangan itu.

Alamat, jam buka, dan harga tiket masuk Museum Kesehatan Surabaya

  • Alamat lokasi: Jl. Indrapura No. 17, Kemayoran, Krembangan, Surabaya. Pos: 60176
  • Telepon: (031) 3528748
  • Jam buka: Senin s.d Jumat Pukul 09.00 – 15.15 WIB.
  • Harga tiket masuk: Rp. 1.500 per orang.

2. Museum W.R. Soepratman

museum w.r soepratman

Tentu kita sudah tahu siapa itu W.R. Soepratman. Dia adalah pencipta lagu kebangsaan kita, Bangsa Indonesia. Sebelum menjadi museum, bangunan ini adalah rumah kakaknya Soepratman.

Namun kemudian pada tahun 1936, W.R. Soepratman juga menempati rumah tersebut untuk dijadikan sebagai tempat persembunyiannya dari pasukan Belanda.

Bangunan yang terletak di Jl. Mangga No. 21, Tambaksari, ini dihuni oleh W.R. Soepratman hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada 17 Agustus 1938. Makamnya pun tak jauh dari rumah itu.

Lagu yang terakhir diciptakan W.R. Soepratman berjudul Matahari Terbit. Museum di Surabaya ini didesain dengan sederhana, memiliki ukuran sekitar 5 X 10 meter dengan menghadap ke timur. Di depan halaman museum, terdapat patung W.R Soepratman yang sedang memainkan biola. Foto W.R Soepratman dengan keluarga dan teman dekatnya terpampang di ruang tamu museum.

Alamat, jam buka, dan harga tiket masuk Museum W.R Soepratman

  • Alamat lokasi: Jl. Mangga No. 21, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Pos: 60136
  • Telepon: (031) 5013518
  • Jam buka: Selasa s.d Minggu Pukul: 09.00 – 17.00 WIB
  • Harga tiket masuk: Rp. 0 alias Gratis

3. Museum Bank Indonesia Surabaya

museum bank indonesia surabaya

Bangunan yang dahulunya digunakan sebagai Bank Indonesia ini berada di Jl. Garuda No. 1, Surabaya. Museum di Surabaya ini dibuka setiap Selasa hingga Minggu. Museum ini bisa dikunjungi oleh siapa saja tanpa dikenakan biaya.

Museum di Surabaya ini dibangun dengan tiga lantai. Lantai pertama atau lantai dasar yang juga dikenal dengan ruang bawah tanah dibagi menjadi beberapa ruangan, ada ruangan yang berisi koleksi mata uang, ada ruangan untuk hasil konservasi dan ada ruangan untuk koleksi pustaka budaya.

Sebelum dijadikan sebagai museum, ruang bawah tanah ini digunakan untuk menyimpan uang dan emas dan juga dilengkapi dengan pintu tebal dan memiliki kode kunci.

Jika ingin melihat mesin pemotong uang zaman dulu, kamu bisa masuk ke ruang koleksi hasil konservasi. Terdapat barang-barang perbankan zaman dulu seperti mesin penghancur, mesin penghitung uang kertas, mesin penghitung uang logam dan mesin pemisah antara uang layak edar dengan tak layak edar. Mesin-mesin tersebut berukuran besar.

Sedangkan di lantai dua yang dulu digunakan sebagai ruang teller dan ada aula yang digunakan untuk kegiatan seni budaya dan pendidikan. Dan lantai paling atas digunakan untuk ruang penyimpanan arsip.

Alamat, jam buka, dan harga tiket masuk Museum Bank Indonesia Surabaya

Alamat: Jl. Pahlawan No.105, RT.004/RW.01, Krembangan, Surabaya, Jawa Timur Pos: 60175

Jam buka:

  • Minggu Tutup
  • Senin 08.30–11.30, 13.30–15.00
  • Selasa 08.30–11.30, 13.30–15.00
  • Rabu 08.30–11.30, 13.30–15.00
  • Kamis 08.30–11.30, 13.30–15.00
  • Jumat 08.30–11.30, 13.30–15.00
  • Sabtu Tutup

Telepon: (031) 3520011

Harga tiket masuk: Rp. 0 alias gratis.

4. Museum Surabaya

museum surabaya

Museum yang berlokasi di Jl. Tunjangan, Genteng merupakan saksi bisu ketika terjadi aksi militer sekutu menyerang Surabaya. Sebelum menjadi museum seperti sekarang, gedung yang dibangun pertama kalinya oleh toko Whiteaway Lidlaw dan Co milik pengusaha Inggris, Robert Laidlaw. Di bagian depan gedung tertulis Het Engelsche Warenhuis yang dalam bahasa Indonesia berarti “toserba Inggris”.

Sekitar tahun 2000-an, gedung tersebut di renovasi dan sempat digunakan sebagai tempat pembelanjaan bernama Tunjungan City. Namun, pada tahun 2005, gedung tersebut digunakan sebagai museum sejarah yang menyimpan berbagai macam barang sejarah.

Museum yang dikenal dengan Gedung Siola ini sangat bagus dikunjungi oleh anak-anak, pelajar atau mahasiswa ataupun bersama keluarga, karena tujuan dibangun museum ini sebagai tempat rekreasi sekaligus media edukasi.

Saat pertama memasuki gedung, benda pertama yang terlihat adalah deretan galeri foto para Walikota Surabaya dari dulu hingga sekarang. Walaupun barang-barang yang ada di museum di Surabaya ini beragam tapi tidak mengurangi daya tarik pengunjung.

Alamat, jam buka, dan harga tiket masuk Museum Surabaya

Berikut ini adalah alamat, jam buka, dan harga tiket masuk ke Museum Surabaya:

Alamat: Jl. Tunjungan No.1, Genteng, Surabaya, Jawa Timur Pos: 60275

Jam buka:

  • Minggu 09.00–21.00
  • Senin Tutup
  • Selasa 09.00–21.00
  • Rabu 09.00–21.00
  • Kamis 09.00–21.00
  • Jumat 09.00–21.00
  • Sabtu 09.00–21.00
  • Telepon: 0812-5256-3166

Harga tiket masuk: Rp. 0 alias gratis.

5. Monumen Kapal Selam Surabaya

monumen kapal selam surabaya

Monumen ini bukan sekedar monumen, tapi adalah sebuah museum yang berbentuk kapal selam. Museum di Surabaya ini terletak di jalan pemuda, tepat berada di antara Sungai Kalimas.

Jika kamu berkunjung ke sini, pemandu wisata yang ada di museum ini akan menemani dan menjelaskan kepadamu tentang seluk-beluk kapal selam ini.

Banyak hal yang kalian dapatkan saat berkunjung ke monumen kapal selam ini, selain mengetahui isi kapal selam yang terdiri dari berbagai ruang kontrol, kemudi, periskop, kompas ,dan torpedo, kamu juga dapat mengetahui bagaimana kapal selam bekerja ataupun tentang teknologi perkapalan.

Alamat, jam buka, dan harga tiket masuk Monumen Kapal Selam Surabaya

  • Alamat lokasi: Jl. Pemuda No. 39, Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya. Pos: 60100
  • Telepon: (031) 5490410
  • Jam buka: Senin s.d Jumat, pukul 08.00 – 20.00
  • Harga tiket masuk: Rp. 5.000 per orang.

Itulah 5 Museum Sejarah di Surabaya yang wajib kamu kunjungi. Selamat jalan-jalan ke Museum ya!

iklan

About Sally 185 Articles
Penyuka makanan pedas dan sunset. Hobi menulis di sela-sela kesibukannya yang tak terlalu padat. Tapi jangan cari ia perpus, karena ia lebih sering keluyuran di pantai daripada membaca buku. Plis jangan dikepoin, nanti kamu suka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*