Hanging Garden Ubud, Destinasi Liburan Berkelas di Bali

Pernah dengar Hanging Garden Ubud? Bagi para turis, nama tersebut bisa dikatakan sebagai hotel di Bali. Akan tetapi, kalau dilihat dari fasilitas serta kelengkapan lainnya, bisa dianggap sebagai nama tempat.

Rupanya, di antara jajaran hotel terkenal di Asia, hotel di Ubud ini masuk sebagai salah satu jajaran terbaik. Kok bisa?

Proses pengerjaan hotel ini dimulai sejak tahun 2003, tapi baru diresmikan 2 tahun setelahnya. Meski letaknya di jantung kota Ubud, tetapi dengan konsep nuansa hutan alami, kesannya lebih natural dan eksotis.

Ubud Hanging Garden foto dari @traveller west
Ubud Hanging Garden foto dari @traveller west

Ke mana pun mata memandang, hanya ada pemandangan serba menyegarkan. Untuk mengenal lebih lanjut tentang Hanging Garden Ubud, simak ulasan dan review berikut ini.

Harga Menu Hanging Garden Ubud

Meskipun memiliki konsep lengkap dalam satu lokasi, tetap ada variasi restorannya alias tidak hanya satu. Ada juga kafe tempat seru untuk kongkow. Jadi tempat wisata di Bali satu ini bisa dibilang sangat lengkap.

Salah satu restoran yang wajib kamu coba bernama The Garden. Tempatnya sangat strategis karena ketika makan, bisa sambil melihat keindahan Pura Dalem Segara. Restoran ini buka dari 06.30-22.30.

Kemudian ada The Garden Bar. Dari restoran ini, kamu akan dihadapkan pada pemandangan Hanging Garden dan Sungai Ayung. Jam bukanya mulai dari pukul 10 pagi hingga 11 malam. Dari keseluruhan restoran di Hanging Garden, rata-rata untuk tarif makan per pasangan itu 1,6 juta Rupiah. Agak mahal, ya. Tapi tarif tersebut berisi makanan dan minuman lengkap.

Tiket Masuk Hanging Garden Ubud

Walaupun tarif kamar rata-rata agak miring, tetapi kalau mau yang lengkap plus tiket masuk itu sekitar 7 juta hingga 12 juta Rupiah.

Tarif tersebut tidak lagi terpisah antara harga makanan, kamar, dan lainnya. Namun untuk memesan paketnya itu lewat pihak ketiga. Misalnya lewat agen atau pihak ketiga lain. Biar sekalian dapat diskon.

Harga Kamar Hanging Garden Ubud

Kamar yang nyaman di Hanging Garden Ubud foto dari @moretolove life
Kamar yang nyaman di Hanging Garden Ubud foto dari @moretolove life

Untuk harga kamar di Hanging Garden Ubud ini sangat variatif. Tarifnya disesuaikan dengan fasilitas serta tujuan kamu bermalam untuk apa.

Untuk tarif reguler per malam sekitar 637 ribu Rupiah per malam. Harga kamar ini sudah termasuk 50 menit pijat tradisional ala Bali. Tetapi pemesanan kamarnya minimal harus 3 malam.

Tarif kedua lebih murah, yakni 589 ribu Rupiah per malam. Meskipun tanpa pijat tradisional, tetapi pelayanan kamarnya sangat profesional.

Lalu ada tarif lanjutan dengan harga 611 ribu Rupiah. Kalau kamu pesan kamarnya secara penuh 30 malam, akan mendapatkan keuntungan lebih. Misalnya gratis sarapan pagi, minum teh di sore hari sampai gratis buah lokal.

Kemudian ada tarif khusus untuk momen honeymoon atau bulan madu. Harganya 741 ribu Rupiah per malam. Belum pernah bulan madu di tengah hutan, kan? Dengan tarif yang sama, kamu dan pasanganmu akan mendapatkan pelayanan makan malam romantis dengan lilin menyala. Tarif tertinggi senilai 897 ribu Rupiah per malam dengan layanan memuaskan.

Jelajahi Hanging Garden Ubud dengan Kereta Gantung

Nama kereta gantung yang familiar di Hanging Garden adalah funicular. Fasilitas ini kerap kali digunakan untuk mengantarkan para tamu untuk menuju area Hanging Garden.

Bahan atau material utama kereta ini berasal dari kayu. Masing-masing terhubung dengan lantai satu dan lantai lainnya. Semua gerakannya dipantau dan dioperasikan oleh petugas.

Kesan Relaksasi dengan Spa Khas Hanging Garden Ubud

Bali memang terkenal dengan seni pijat relaksasinya yang mantap. Apalagi kalau kamu merasakan sensasinya di Hanging Garden. Dipijat saja sudah enak, ditambah lagi dengan suara ricik sungai, siul burung di hutan, serta pemandangan alami yang terhampar di sana. Kamu juga bisa menikmati pemandangan sunset yang eksotis di Bali dari sini.

Salah satu tempat untuk spa bernama Royal Suite Spa. Soalnya di Royal Suite Spa terdapat tipe River Bale. Para tamu yang mencoba spa di sini akan beralaskan bale. Kemudian ditempatkan pada alam terbuka yang dekat dengan Sungai Ayung.

Sedangkan untuk Reflexology Spa ada di area balkon yang juga mengarah ke Sungai Ayung dan hutan. Udara yang segar dan bebas pegal-pegal akan membuat tubuh juga segar.

Sebetulnya, Apa Saja Sih Fasilitas Lengkap Hanging Garden Ubud?

Hanging Garden Ubud foto dari @moretolove life
Hanging Garden Ubud foto dari @moretolove life

Sebagian fasilitasnya sudah disebutkan di atas. Tapi belum lengkap. Untuk menyingkat waktu, kita bahas secara singkat saja, ya. Nah, di Hanging Garden Ubud ini ada fasilitas bernama shuttle bus gratis. Aksesnya untuk mengelilingi Hanging Garden agar kamu bisa mengeksplorasi keindahannya lebih dalam lagi.

Selain itu, ada internet gratis. Keren, kan? Ketika kamu lagi asyik menikmati apa yang ada di Hanging Garden, bisa juga sambil siaran langsung di media sosial.

Bisa juga sambil mengunggah foto hasil jepretan pada detik itu juga. Bicara soal foto, di Hanging Garden Ubud ini ada banyak sekali spot berfoto yang bagus. Bisa dikatakan kalau Hanging Garden merupakan salah satu tempat terbaik untuk hunting foto di Bali.

Untuk yang gemar membaca, ada kok ruang khusus untuk baca buku. Tidak lupa juga disediakan secangkir teh maupun kopi.

Untuk oleh-oleh buat orang rumah sepulang dari Hanging Garden, disediakan pula tempat khusus untuk beli suvenir. Pernak-pernik ataupun cinderamata yang dijual menggambarkan budaya, eksotisme Bali, serta beberapa ikon-ikon yang dibikin miniatur.

Ada juga lho kelas memasak, area memetik tanaman herbal, dan kelas bertani. Kamu mau coba?

Lokasi dan rute Menuju Hanging Garden Ubud

Biar tidak tersesat, kita bahas juga rutenya, ya. Secara geografis, Hanging Garden Ubud ini terletak di Banjar Susut, Desa Buahan, Gianyar. Dekat kok dengan Bali Safari dan Marine Park. Maklum, di jantung kota Ubud sih.

Jika kamu turun di Bandara Ngurah Rai, maka perjalanan menuju lokasi akan memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam lamanya.

Kamu bisa pakai kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Lebih enak pakai kendaraan pribadi sih. Jadi bebas eksplornya. Bisa juga pakai shuttle bus yang sudah disediakan oleh Hanging Garden di Ubud. Dari bandara, kamu jalan saja menuju Jl. Airport Ngurah Rai sekitar 3 Km. Lalu menuju Jl. By Pass Ngurah Rai.

Kemudian ikuti perempatan By Pass-WR Supratman-Gatot Subroto. Kamu ambil saja jalur kanan ke Jl. Raya Batubulan. Lanjutkan perjalanan ke Bird Park dan Jl. Raya Sayan & Jl. Raya Kangetan. Setelah melewati pertigaan, ambil arah kanan ke Jl. Raya Tebongkang-Sayan. Kemudian masuk ke Jl. Raya Kedewatan.

Setelah itu, kamu akan melewati jalan utama. Ikuti saja sampai ke Jl. Raya Payangan. Dari sini rutenya agak rumit. Soalnya harus melewati pertigaan dengan huruf Y terbalik sampai akhirnya berhasil menapaki area Hanging Garden.

Kalau tidak mau repot-repot, memang lebih baik pakai shuttle bus saja. Pesan paketnya lewat online. Biar langsung sampai.

Berapa Penginapan yang Ada di Hanging Garden Ubud?

Dengan lahan seluas 3,2 hektare, rasanya tidak mungkin hanya menyediakan satu penginapan saja. Oleh karena itu, berhubung banyaknya turis asing dan domestik yang berkunjung, maka penginapan di sana berjumlah setidaknya 38.

Selain Desa Visesa Ubud yang juga menawarkan nuansa pedesaan yang asri, Hanging Garden Ubud ini juga merupakan salah satu resort favorit bagi pra turis asing.

Masing-masing penginapannya memiliki perbedaan tipe, harga, hingga fasilitas di dalamnya. Jadi, alangkah baiknya kalau kamu pesan lewat online saja. Biar bisa lihat pilihan vila atau penginapannya.

Salah satu yang paling terkenal bernama Villa Riverside. Letaknya persis di sebelah sungai. Fasilitasnya lengkap. Mulai dari tempat tidur king size, internet gratis, outdoor dining, perlengkapan mandi, LED TV ukuran 47 inch, dan lain-lain.

Bagaimana, kamu tertarik untuk mengunjungi Hanging Garden Ubud, destinasi liburan berkelas di Bali ini?

iklan

About Sally 185 Articles
Penyuka makanan pedas dan sunset. Hobi menulis di sela-sela kesibukannya yang tak terlalu padat. Tapi jangan cari ia perpus, karena ia lebih sering keluyuran di pantai daripada membaca buku. Plis jangan dikepoin, nanti kamu suka.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*